Sunday, 25 August 2013

Diadakan di Indonesia, Miss World tanpa Bikini


Teman-teman pasti sudah tahu bukan ajak Miss World, ajang populer mengenai para Miss atau bisa disebut Putri pilihan dari setiap negara yang harus berkompetisi menunjukkan kecerdasan dan kecantikkan. Saya sendiri tidak terlalu paham mengenai kontes ini karena jujur saya belum pernah menontonnya di televisi. Tapi beberapa tahun yang lalu saya sempat mendengar Miss Indonesia dilarang mengikuti ajang ini karena adanya sesi dimana para peserta diharuskan memakai bikini.
Sebagai mana kita yang merupakan menganut budaya timur yang kental, menampilkan aurat dengan memakai bikini dianggap tidak sopan atau tabu, terlebih lagi negara kita diisi rakyat yang mayoritas beragama Islam. Sudah pasti hal seperti memakai bikini dan memamerkannya akan mendapat tentangan keras dari banyak pihak di Indonesia.
Dan waktu berlalu samapi sekarang. Saya mendengar bahwa ajang ini akan dilakukan di Indonesia. Saya berpikir mengapa bisa diadakan di Indonesia? Mengirim perwakilan negara untuk mengikuti ajang ini saja sudah banyak yang protes, apalagi diadakan di negara kita tercinta ini.
Usut punya usut ternyata sesi yang mengharuskan para kontestan atau para "Miss" tersebut mengharuskan memakai bikini ditiadakan. Saya tidak tahu mengapa ditiadakan, apakah karena memang sudah peraturan baru atau untuk menghormati Indonesia. Tetapi hal ini merupakan hal yang cukup melegakan, karena ajang ini tampak menghormati budaya timur negara kita Indonesia.
Beritanya dapat dilihat dari kutipan REPUBLIKA berikut :
REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Ajang Miss World yang  akan digelar di Bali dan Bogor menuai protes. Wakil Sekjen MUI, Tengku Zulkarnaen, mengatakan ajang tersebut tak ada gunanya sama sekali.

Dihubungi oleh Republika, pada Senin (15/4), pria ini mengatakan ajang Miss World yang akan digelar di Indonesia ini tak ada manfaatnya sama sekali. "Tidak menambah manfaat baik dari segi apapun," ujarnya.

Menurut dia, tak ada manfaat yang bisa diperoleh dari gelaran acara tersebut, baik dari segi ekonomi, budaya, hukum, atau dari segi manapun juga. "Malah membuat repot, keluar biaya banyak, tak ada hasilnya," katanya.

Ia pun merasa miris dengan adanya gelaran acara seperti itu. Bayangkan saja, kata dia, aurat perempuan dipertontonkan, dengan baju yang sangat minim, geliat tubuh yang seksi, paha dan bagian tubuh lainnya dipertontonkan untuk menarik hawa nafsu laki-laki.

"Itu sama saja sedang liat karapan sapi, saya mengibaratkannya," katanya.

Seharusnya, bangsa Indonesia malu ada acara seperti itu di negeri yang lekat dengan budaya ketimuran dan mayoritas beragama Islam. "Lebih baik menyelenggarakan acara yang lebih bermanfaat, olahraga misalnya," ujarnya.

Jikalau pun finalis dari Indonesia menang dalam ajang tersebut, menurutnya juga tak akan memberikan imbas positif yang besar. Bahkan, kemungkinan wakil Indonesia menang pun sangat kecil.

Indonesia menurutnya belum sampai pada tahapan kapasitas memenangkan ajang seperti ini di kelas dunia, karena masih banyak masalah kemiskinan di negeri ini.
Saya tidak mengerti apakah ajang Miss World ini baik bagi Indonesia, tetapi saya hanya dapat berharap semoga ajang Miss World ini banyak mendatangkan manfaat bagi negara kita dan rakyatnya juga, yaitu kita semua.


0 comments:

Post a Comment